Jakarta, DUNIAHEADLINE – Varian baru influenza A (H3N2) subclade K, yang dikenal sebagai “super flu” , telah ditemukan di Indonesia. Subclade K belakangan menjadi menyebabkan munculnya kasus flu di sejumlah negara, salah satunya Amerika Serikat, yang melaporkan peningkatan kasus hingga dua kali lipat dalam sepekan.
Direktur Pusat Penelitian dan Kebijakan Penyakit Menular, Universitas Minnesota, Dr Michael Osterholm , menilai varian ini cukup berbeda dibandingkan strain influenza pada tahun-tahun sebelumnya, sehingga mampu menantang kekebalan tubuh yang sudah terbentuk.
Apakah Vaksin Masih Mempan?
Spesialis paru dr Erlina Burhan menjelaskan bahwa virus influenza pada dasarnya memiliki kemampuan untuk terus bermutasi, serupa dengan virus SARS-CoV-2 penyebab COVID-19.
“Virus influenza memang punya kemampuan bermutasi secara berkelanjutan. Yang disebut sebagai super flu subclade K ini merupakan hasil mutasi dari virus influenza H3N2 yang mengalami antigenic drift ,” ujar dr Erlina saat dihubungi DUNIAHEADLINE , Kamis (1/1/2026).
Ia menjelaskan, antigenic drift menyebabkan struktur antigen virus sehingga tidak sepenuhnya dikenali oleh sistem imun tubuh, termasuk pada orang yang sudah mendapatkan vaksin influenza. Kondisi inilah yang membuat infeksi influenza subclade K dinilai dapat menimbulkan gejala lebih berat dibandingkan influenza musiman pada umumnya.
dr Erlina menambahkan, faktor cuaca juga berperan besar dalam peningkatan kasus influenza. Di negara-negara dengan empat musim, menampilkan kasus hampir selalu terjadi saat musim dingin.
“H3N2 merupakan tipe virus influenza musiman. Angka kejadiannya memang meningkat saat musim dingin. Itu sebabnya penyebarannya menjadi lebih cepat dan dampaknya relatif lebih parah,” jelasnya.
Kondisi tersebut, kata dia, menjadi salah satu alasan mengapa varian H3N2 subclade K dengan cepat mendominasi kasus flu di berbagai belahan dunia dalam waktu singkat.
Vaksin Tetap Diperlukan
Meski vaksin influenza disebut tidak sepenuhnya mampu mencegah infeksi subclade K, dr Erlina menegaskan bahwa vaksinasi tetap memiliki manfaat penting, terutama dalam menurunkan risiko keparahan penyakit.
“Vaksin influenza tidak selalu menjamin seseorang tidak tertular, tetapi tetap membantu mengurangi risiko infeksi berat, komplikasi, dan perawatan di rumah sakit,” katanya.
“Pada populasi rentan, sangat disarankan untuk memperbarui vaksinasi influenza secara rutin,” ujar Erlina.











