JAKARTA, (DUNIAHEADLINE) –Pertandingan Sriwijaya FC melawan Adhyaksa FC ini digelar di Stadion Internasional Banten pada Kamis (29/1/2026).
Kejutan Gol Cepat dan Hujan Skor Sejak Menit Awal
Kejutan tercipta sejak laga baru berjalan satu menit, Makan Konate sukses membawa tuan rumah unggul lewat golnya.
Empat menit setelahnya, Konate berhasil menggandakan skor lewat gol yang dilesakkan menit ke-5, Ramiro Fergonzi mengambil alih setelah itu.
Golnya di menit ke-15 membawa Adhyaksa unggul 3-0, lalu giliran Adilson Silva mencetak gol keempat di menit ke-24.
Tak berhenti di situ, Adilson menggila lewat empat gol tambahan yang dicetaknya, masing-masing menit ke-34, 36′, 44′, 48′ dan 64′.
Fergonzi berhasil menambah torehan golnya menit ke-66, setelah itu giliran Miftahul Hamdi yang turut mencatatkan namanya di papan skor menit ke-71.
Konate mencetak hattrick menit ke-74, satu menit berselang Hamdi mencetak gol keduanya di menit ke-75, tak sampai di situ.
Hamdi berhasil mencetak hattrick lewat golnya menit ke-82, sebelum berakhir, giliran Fergonzi yang mendapat hattrick-nya di laga ini lewat gol terakhir menit ke-90+4.
Benar-benar skor brutal, kekalahan ini sekaligus membenamkan Sriwijaya FC di dasar klasemen Grup A Championship 2025/2026 dengan raihan dua poin.
Sebanyak 18 laga dilalui Laskar Wong Kito dengan enam belas kekalahan dan dua hasil imbang, situasi yang memprihatinkan.
Kilas Balik Rekor 2017 dan Ironi Kondisi Sriwijaya FC
Terlepas dari itu, fakta menarik di balik kekalahan telak Sriwijaya FC dari Adhyaksa FC dengan skor brutal ini adalah tahun 2017.
Tahun 2017 merupakan tahun lahir klub sepak bola yang dikelola oleh Kejaksaan Agung RI, lalu apanya yang menarik?
Di tahun tersebut, Sriwijaya FC mencatatkan kemenangan dengan skor telak, tepatnya 10-2 saat melawan Gresik United pada 5 November 2017 dalam lanjutan Go-Jek Traveloka Liga 1 2027 pekan ke-33.
Gol-gol Sriwijaya FC saat itu masing-masing dilesakkan Alberto Goncalves (7′, 36′, 69′), Tijani Belaid (14′, 29′), Slamet Budiyono (38′, 49′, 86′), Hilton Moreira (45+1′, 54′).
Sementara itu, dua gol Gresik United dicetak oleh Gufroni Al Maruf (21′) dan Ahmad Sembiring (66′).
Hasil ini tercatat sebagai kemenangan terbesar dalam satu pertandingan sepanjang sejarah Liga 1, saat itu Gresik United juga berada di dasar klasemen.
Kini Sriwijaya FC kembali menghadapi momen seperti itu tetapi dengan kondisi terbalik, mereka yang terbantai oleh lawan.
Ironi Laskar Wong Kito dapat dimengerti karena mereka saat ini dikabarkan bermain tanpa gaji untuk para pemainnya.
kekurangan finansial membuat klub dengan torehan gelar juara lengkap di Liga Indonesia ini perlahan runtuh.











