Menu

Dark Mode
Upaya Hentikan Program MBG Lewat Surat UNICEF, Natalius Pigai: Ketua BEM UGM Lawan Prinsip HAM 5 Resep Kolak Praktis dan Enak untuk Buka Puasa Simulasi TKA 2026 SMP Nasional Resmi Dibuka, Berikut Jadwal dan Tata Caranya Tampil Bagus, Debut Marteen Paes Gagal Bantu Ajax Raih Kemenangan Resep Nasi Goreng Terasi Kecap yang Gurih untuk Menu Sahur Fakta Film Crime 101: Alur Cerita, Cast, dan Jadwal Penayangan

Pendidikan

Sertifikasi Profesi Jadi Murah dan Inklusif, Begini Dampaknya bagi Kesiapan Kerja Lulusan Vokasi

badge-check


Program sertifikasi profesi yang lebih murah dan inklusif membuka peluang lulusan vokasi siap bersaing di dunia kerja. Perbesar

Program sertifikasi profesi yang lebih murah dan inklusif membuka peluang lulusan vokasi siap bersaing di dunia kerja.

DUNIAHEADLINE  – Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mendorong perombakan total pada sistem sertifikasi profesi di Indonesia guna meningkatkan kualitas lulusan vokasi dan daya serap industri. Kebijakan ini diarahkan agar proses uji kompetensi menjadi lebih murah dan mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk kelompok penyandang disabilitas.

Langkah ini diambil untuk memperkuat keterkaitan antara dunia pendidikan dan dunia kerja atau  link and match . Menurut Yassierli, sertifikasi tidak boleh lagi dipandang sebagai beban biaya bagi pencari kerja, melainkan sebagai pengakuan kompetensi yang inklusif dan progresif.

Reformasi Sertifikasi: Murah dan Mudah Diakses

Yassierli menekankan bahwa biaya tinggi seringkali menjadi penghambat utama bagi tenaga kerja dalam mendapatkan pengakuan formal atas keahlian mereka. Ia meminta Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) dan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) untuk meninjau ulang struktur biaya tanpa mengurangi integritas pengujian.

Pemerintah bertujuan untuk meningkatkan kewenangan dalam pengajuan sertifikasi agar lebih fleksibel bagi institusi pendidikan vokasi dan perusahaan. Fokus utama diberikan pada strategi sektor-sektor yang memerlukan tenaga kerja dalam jumlah besar dan memiliki standar operasional yang ketat.

“Sertifikasi profesi itu harus murah dan mudah diakses oleh siapa pun, termasuk para penyandang disabilitas. Kita ingin memastikan setiap warga negara memiliki kesempatan yang sama untuk diakui keahliannya,” ujar Yassierli dikutip dari website resmi kemnaker.go.id.

Tantangan Kualitas dan Kepercayaan Industri

Meskipun efisiensi biaya menjadi prioritas, tantangan utama terletak pada menjaga kredibilitas sertifikat tersebut di mata pemberi kerja. Penurunan biaya sertifikasi harus dibarengi dengan pengawasan ketat terhadap kualitas penguji dan validitas materi ujian agar nilai kompetensi tidak terdegradasi.

Beberapa praktisi pendidikan vokasi menyarankan agar model sertifikasi mandiri di institusi pendidikan diperkuat melalui kemitraan langsung dengan sektor swasta. Langkah ini dipandang sebagai solusi untuk menekan biaya logistik pengujian sekaligus menjamin relevansi keterampilan tenaga kerja.

Perluasan Akses bagi Penyayang Disabilitas

Menaker Yassierli memberikan perhatian khusus pada aspek inklusivitas dengan memastikan fasilitas uji kompetensi ramah bagi penyandang disabilitas. Hal ini mencakup ketersediaan alat bantu, materi ujian yang adaptif, serta instruktur yang memiliki pemahaman tentang kebutuhan khusus.

Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam memperluas lapangan kerja inklusif di berbagai sektor industri. Dengan adanya sertifikasi yang sah, tenaga kerja penyandang disabilitas diharapkan memiliki posisi tawar yang lebih kuat dalam proses rekrutmen di perusahaan swasta maupun instansi pemerintah.

Pernyataan dan Arahan mengenai perombakan standar sertifikasi profesi tersebut disampaikan oleh Menteri Ketenagakerjaan Yassierli melalui rilis resmi di laman Biro Humas Kementerian Ketenagakerjaan.

Read More

Upaya Hentikan Program MBG Lewat Surat UNICEF, Natalius Pigai: Ketua BEM UGM Lawan Prinsip HAM

24 February 2026 - 10:26 WIB

Natalius Pigai soroti surat BEM UGM ke UNICEF soal Program MBG

Simulasi TKA 2026 SMP Nasional Resmi Dibuka, Berikut Jadwal dan Tata Caranya

23 February 2026 - 13:13 WIB

Simulasi TKA 2026 SMP

Amito Araujo Luncurkan Buku Sejarah II Xanana Gusmão Arkitetura No Protagonista Ba Mapa Ukun-Rasik-An

16 February 2026 - 14:51 WIB

Peluncuran buku sejarah Xanana Gusmão karya Amito Qonusere Araujo

Bawa payung, waspada hujan lebat hingga sangat lebat di sejumlah kota

14 February 2026 - 13:49 WIB

Warga membawa payung saat hujan lebat mengguyur kawasan perkotaan

Isi Surat Siswi Alor NTT untuk Prabowo: Rintihan Kami Didengar, Sekolah Kami Diperbaiki

12 February 2026 - 10:47 WIB

Siswi Alor NTT menulis surat untuk Presiden Prabowo
Trending on Nasional