Surabaya ( Duniaheadline ) – Mimpi Manchester City untuk kembali meraih gelar Liga Champions harus melewati jalan terjal. The Citizens dibantai Real Madrid dengan skor telak 0-3 di leg pertama babak 16 besar Liga Champions.
Federico Valverde menjadi algojo bagi Man City di Santiago Bernabeu, Kamis (12/3/2026) dini hari WIB. Gelandang serba bisa asal Uruguay itu mencetak hat-trick dalam waktu hanya 22 menit di babak pertama.
Kekalahan ini membuat asa Man City lolos ke perempat final UCL nyaris pupus. Meski sempat ada secercah harapan lewat penyelamatan penalti Gianluigi Donnarumma di babak kedua.
Manajer Pep Guardiola pun angkat bicara mengenai peluangnya. Ia tidak menutup mata dari kenyataan pahit yang ada di depan mata.
Guardiola Akui Peluang Tipis

Reaksi pelatih Manchester City, Pep Guardiola usai kalah kalah melawan Real Madrid di leg 1 babak 16 besar Liga Champions, 12 Maret 2026 di Bernabeu. (c) Foto AP/Jose Breton
Reaksi pelatih Manchester City , Pep Guardiola usai kalah kalah melawan Real Madrid di leg 1 babak 16 besar Liga Champions, 12 Maret 2026 di Bernabeu. (c) Foto AP/Jose Breton
Guardiola ditanya awak media mengenai prospek City di leg kedua nanti. Jawabannya terdengar jujur tetapi tetap menyisakan sedikit ruang untuk optimisme.
“Sekarang, tidak banyak,” ujar Guardiola singkat mengenai peluang lolos.
Tentu saja kami akan mencobanya. Kami akan membaca apa yang harus dilakukan lebih baik dan lebih aktif di bagian akhir, dan kami akan mencoba, dengan tegas.
Meski berat, Guardiola menegaskan tidak akan menyerah begitu saja. Ia berjanji akan menggelar pertandingan nanti di Etihad Stadium.
Guardiola ditanya awak media mengenai prospek City di leg kedua nanti. Jawabannya terdengar jujur tetapi tetap menyisakan sedikit ruang untuk optimisme.
“Sekarang, tidak banyak,” ujar Guardiola singkat mengenai peluang lolos.
Tentu saja kami akan mencobanya. Kami akan membaca apa yang harus dilakukan lebih baik dan lebih aktif di bagian akhir, dan kami akan mencoba, dengan tegas.
Meski berat, Guardiola menegaskan tidak akan menyerah begitu saja. Ia berjanji akan menggelar pertandingan nanti di Etihad Stadium.
Guardiola Bela Keputusan Taktikalnya

Pelatih Manchester City, Pep Guardiola berbicara dengan Rayan Ait-Nouri di laga melawan Real Madrid pada babak 16 besar Liga Champions, 12 Maret 2026. (c) AP Photo/Jose Breton
Pelatih Manchester City, Pep Guardiola berbicara dengan Rayan Ait-Nouri di laga melawan Real Madrid pada babak 16 besar Liga Champions, 12 Maret 2026. (c) AP Photo/Jose Breton
Hasil buruk ini memicu pertanyaan soal keputusan Guardiola menurunkan starting XI. Ia memasukkan nama-nama seperti Jeremy Doku, Savinho, dan Abdukodir Khusanov sejak menit awal.
Yang paling menjadi sorotan adalah peran Nico O’Reilly. Gelandang berusia 20 tahun itu dimainkan sebagai bek kiri dan melakukan blunder untuk gol pertama Valverde.
Guardiola dengan tegas membela keputusannya. Ia meminta publik untuk melihat konteks di balik pilihan taktisnya.
“Berapa kali Nico O’Reilly bermain sebagai bek kiri musim ini? Berapa kali?” tanya Guardiola membalas kepada para jurnalis.
“Penyesuaian satu-satunya adalah Khusanov di area itu karena Vinicius datang ke area itu dan kamu harus mengontrolnya.”
Ia juga memberikan contoh rotasi yang pernah berhasil dilakukan sebelumnya. Menurutnya, keputusan ini sudah melalui pertimbangan yang matang.
“Saya melakukan rotasi di Newcastle dengan 11 pemain berbeda dan itu berjalan dengan baik. Jadi pahami apa yang saya katakan,” paparnya.
“Bagian dari ini adalah untuk para winger mencoba menjatuhkan mereka dan pemain lini tengah untuk masuk ke kotak penalti. Mengontrol striker dan second striker dengan pemain berpengalaman dan cepat di belakang,” lanjutnya.
Valverde Bawa Madrid ke Final Ambang Perempat

Gelandang Real Madrid, Federico Valverde merayakan gol ke gawang Manchester City di leg pertama 16 besar Liga Champions , 12 Maret 2026. (c) AP Photo/Jose Breton
Di sisi lain, Real Madrid kini berada di atas angin. Kemenangan telak 3-0 membuat mereka hanya butuh hasil imbang atau kalah tipis dengan selisih dua gol di leg kedua UCL nanti.
Federico Valverde menjadi bintang dengan performa impresifnya. Ia menunjukkan mengapa dirinya dianggap sebagai salah satu gelandang terbaik dunia saat ini.
Yang menarik, Madrid tampil perkasa tanpa beberapa pilar inti. Kylian Mbappe, Jude Bellingham, hingga Rodrygo harus absen karena cedera.
Kini City harus bersiap untuk misi yang mustahil di kandangnya sendiri. Mereka wajib menang dengan selisih empat gol jika ingin lolos langsung, atau 3-0 untuk memaksa babak tambahan.
Leg kedua di Etihad Stadium diprediksi akan berjalan berbahaya. Man City akan mati-matian mengejar ketertinggalan di hadapan publik sendiri.











