Skor brutal Sriwijaya FC, tahun 2017 bantai Gresik United 10-2, kini dihancurkan klub yang lahir di tahun tersebut 15-0 Virus Nipah: Pemerintah Siapkan Sistem Deteksi Dini, Masyarakat Diminta Waspada Kecewa Tidak Diberi Uang, Anak Tega Bunuh Ibu dan Bakar Jasadnya Hasil Lengkap Liga Champions Malam Tadi Guru SMK Dikeroyok 5 Oknum TNI AL, Warga Murka Amuk Mako Lanal Sinopsis Sinetron ‘Cinta Sepenuh Jiwa’Eps 121: Hasbi Bawa Bom, Julian dan Lala Lakukan Siasat

Tokoh

Perjalanan Karier Sri Mulyani dari Dosen hingga Gates-Foundation

badge-check


Sri Mulyani Indrawati, meniti karier dari dosen ekonomi hingga berperan di Gates Foundation Perbesar

Sri Mulyani Indrawati, meniti karier dari dosen ekonomi hingga berperan di Gates Foundation

JAKARTA DUNIAHEADLINE Mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, semakin aktif berkiprah di kancah global setelah purna tugas. Ia ditunjuk menjadi anggota dewan Gates Foundation, yayasan besar yang didirikan Bill Gates dan Melinda French, Senin (12/1/2026).

Karier Sri Mulyani dikenal panjang dan berlapis, dari akademisi hingga pejabat keuangan negara. Ia tercatat menjabat Menteri Keuangan selama total 14 tahun di bawah tiga presiden.

Selain peran di pemerintahan, Sri Mulyani juga aktif di lembaga internasional. Pengalamannya mencakup Bank Dunia, universitas ternama, hingga filantropi global.

Berikut adalah perjalanan karier Sri Mulyani melansir dari beberapa sumber:

Dari Akademisi ke Menteri Keuangan

Sri Mulyani meraih gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Indonesia pada 1986. Ia kemudian melanjutkan studi di University of Illinois Urbana-Champaign hingga meraih gelar doktor ekonomi.

Sebelum masuk pemerintahan, Sri Mulyani sempat menjadi profesor tamu di Amerika Serikat. Ia juga pernah menjabat Executive Director Dana Moneter Internasional atau IMF.

Pada 2004, Sri Mulyani diangkat sebagai Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional. Setahun kemudian, ia dilantik sebagai Menteri Keuangan perempuan pertama Indonesia.

Ia menjabat Meneri Keuangan pada era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada periode 2005–2010. Sri Mulyani kembali mengisi posisi tersebut pada era Presiden Joko Widodo sejak 2016.

Pada Oktober 2019, ia kembali dipercaya menjadi Menteri Keuangan periode kedua Presiden Joko Widodo. Jabatan itu berlanjut hingga awal pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Sri Mulyani terakhir menjabat Menteri Keuangan hingga Oktober 2024. Ia kemudian digantikan Purbaya Yudhi Sadewa pada September 2025.

Dosen di Oxford University

Tiga bulan setelah purna tugas, Sri Mulyani bergabung dengan Blavatnik School of Government. Ia menjadi World Leaders Fellow untuk tahun akademik 2026.

Program tersebut diperuntukkan bagi pemimpin global yang memasuki fase baru kepemimpinan publik. Sri Mulyani berbagi pengalaman kepada mahasiswa dan alumni Oxford University.

Anggota Dewan Gates Foundation

Pada Januari 2026, Sri Mulyani ditunjuk menjadi anggota dewan Gates Foundation. Yayasan ini fokus meningkatkan kualitas hidup masyarakat global.

Gates Foundation bertekad mengakhiri kematian ibu dan bayi yang dapat dicegah. Selain itu, yayasan bekerja memastikan generasi baru tumbuh tanpa penyakit mematikan.

Di dewan tersebut, Sri Mulyani bekerja bersama tokoh global lainnya. Perannya mencakup arah kebijakan filantropi untuk pengentasan kemiskinan dan kesehatan.

Read More

Apple iPhone 18 Pro & iPhone 18 Pro Max: Cek Perkiraan Tanggal Peluncuran, Harga, Spesifikasi, Fitur & Lainnya

25 January 2026 - 10:53 WIB

Apple iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max bocoran desain dan fitur

7 potret keluarga di lamaran El Rumi dan Syifa Hadju, hangat!

24 January 2026 - 09:32 WIB

Potret keluarga di lamaran El Rumi dan Syifa Hadju

Harga Emas Turun usai Cetak Rekor Tertinggi

16 January 2026 - 22:29 WIB

Pergerakan harga emas dunia di pasar global

Feisal Hamka Borong 335,33 Juta Saham CMNP

8 January 2026 - 01:11 WIB

Feisal Hamka putra Jusuf Hamka membeli 335,33 juta saham CMNP

Dua Bos Sritex Tak Terima Didakwa Rugikan Negara Rp1,35 Triliun

7 January 2026 - 07:35 WIB

Dua bos Sritex saat menjalani sidang dakwaan kerugian negara Rp1,35 triliun
Trending on Ekonomi