Menu

Dark Mode
Mengapa Selat Hormuz Krusial bagi Harga Minyak Dunia? THR 2026 Wajib Dibayar Penuh Sebelum Lebaran, Ini Isi Surat Edarannya Real Madrid Gagal Tempel Barcelona usai Kalah dari Getafe 0-1 Iran Hantam Kapal Induk AS Abraham Lincoln dengan 4 Rudal Balistik Media Iran Konfirmasi Kematian Khamenei, Teheran Deklarasikan 40 Hari Masa Berkabung Bukan hanya Israel, Rudal Iran Juga Menarget Pangkalan AS di Bahrain dan Qatar

Internasional

Mengapa Selat Hormuz Krusial bagi Harga Minyak Dunia?

badge-check


					Selat Hormuz menjadi jalur strategis pengiriman minyak mentah dari Teluk Persia ke pasar global. Perbesar

Selat Hormuz menjadi jalur strategis pengiriman minyak mentah dari Teluk Persia ke pasar global.

 Jakarta DUNIAHEADLINE ) –  Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali memanas setelah serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran memicu respons cepat dari Teheran. Serangan balasan Iran dilaporkan menyasar berbagai aset di kawasan, termasuk di Israel, Qatar, Uni Emirat Arab, Kuwait, Bahrain, Yordania, Arab Saudi, Irak, dan Oman.

Situasi ini memicu kekhawatiran baru di pasar energi global. Para analis memperingatkan potensi lonjakan harga minyak dunia setelah pejabat Iran mengisyaratkan kemungkinan penutupan Selat Hormuz, salah satu jalur pelayaran energi paling vital di dunia.

Ancaman di Selat Hormuz

Melansi Al Jazeera, Rabu, 3 Maret 2026, seorang pejabat Uni Eropa mengatakan kepada Reuters bahwa kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz menerima transmisi frekuensi sangat tinggi (VHF) dari Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran yang menyatakan, tidak ada kapal yang diizinkan melewati Selat Hormuz.

Meski demikian, pejabat tersebut menambahkan bahwa Iran belum secara resmi menutup jalur tersebut. Namun, sejumlah pemilik kapal tanker dilaporkan telah menangguhkan pengiriman minyak dan gas di tengah konflik.

“Kapal-kapal kami akan tetap di tempatnya selama beberapa hari,” kata seorang eksekutif senior di sebuah perusahaan perdagangan besar kepada Reuters dengan syarat anonim.

Negara seperti Yunani juga telah menyarankan armadanya untuk menghindari jalur tersebut. Ketidakstabilan di Selat Hormuz dinilai berpotensi mengguncang ekonomi global.

Di mana letak Selat Hormuz dan mengapa penting?

Selat Hormuz terletak di antara Oman dan Uni Emirat Arab di satu sisi, serta Iran di sisi lainnya. Jalur ini menghubungkan Teluk Arab dengan Teluk Oman dan Laut Arab.

Dengan lebar hanya sekitar 33 km di titik tersempit dan jalur pelayaran efektif sekitar 3 km di masing-masing arah, Selat Hormuz sangat rentan terhadap gangguan keamanan.

Meski sempit, jalur ini mampu dilalui kapal tanker minyak terbesar di dunia. Negara-negara eksportir utama seperti Iran, Irak, Kuwait, Qatar, Arab Saudi, dan UEA sangat bergantung pada selat ini untuk menyalurkan energi ke pasar global.

20 juta barel minyak lewat setiap hari

Menurut data Badan Informasi Energi AS (EIA), sekitar 20 juta barel minyak per hari melewati Selat Hormuz pada 2024. Nilainya mencapai sekitar USD500 miliar dalam perdagangan energi tahunan global.

Selain minyak mentah, sekitar seperlima pengiriman gas alam cair (LNG) global juga melewati koridor ini. Qatar menjadi salah satu eksportir utama LNG melalui jalur tersebut.

Sebagian besar ekspor energi itu mengalir ke Asia. Sekitar 84 persen minyak mentah dan 83 persen LNG yang melewati Selat Hormuz ditujukan untuk pasar Asia, termasuk China, India, Jepang, dan Korea Selatan.

Dampak langsung ke harga minyak

Muyu Xu, analis minyak mentah senior di Kpler, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa lalu lintas kapal di selat tersebut menurun tajam sejak konflik dimulai.

“Selat Hormuz sangat penting bagi pasar energi global, karena sekitar 30 persen minyak mentah dunia yang diangkut melalui laut melewati jalur air ini. Selain itu, hampir 20 persen bahan bakar jet global dan sekitar 16 persen aliran bensin dan nafta juga melewati Selat ini,” kata Muyu.

“Hal ini diperkirakan akan secara tajam meningkatkan reli harga minyak dan dapat mempertahankan harga tetap tinggi untuk jangka waktu yang lama, berpotensi lebih lama daripada selama konflik Juni lalu,” imbuhnya.

Sementara itu, Direktur proyek Iran di International Crisis Group Ali Vaez, mengatakan kepada Al Jazeera, penutupan Selat Hormuz akan mengganggu sekitar seperlima perdagangan minyak global dalam semalam dan harga tidak hanya akan melonjak, tetapi akan meroket tajam hanya karena ketakutan.

“Guncangan itu akan berdampak jauh melampaui pasar energi, memperketat kondisi keuangan, memicu inflasi, dan mendorong ekonomi yang rapuh semakin dekat ke resesi dalam hitungan minggu,” jelasnya.

Ancaman inflasi global

Ekonom di Capital Economics, Hamad Hussain memperingatkan bahwa lonjakan harga minyak bisa memperparah inflasi global.

“Jika harga minyak mentah naik menjadi USD100 per barel dan tetap pada level tersebut untuk sementara waktu, itu dapat menambah 0,6-0,7 persen pada inflasi global,” katanya.

Menurutnya, kondisi ini dapat memperlambat pelonggaran kebijakan moneter oleh bank sentral, terutama di negara berkembang yang sensitif terhadap fluktuasi harga komoditas.

Selat Hormuz bukan sekadar jalur pelayaran biasa. Ia adalah urat nadi energi global. Gangguan sekecil apa pun dapat memicu kepanikan pasar, lonjakan harga minyak, serta tekanan inflasi di berbagai negara.

Selama konflik belum mereda dan ancaman penutupan masih membayangi, pasar energi dunia diperkirakan akan tetap berada dalam tekanan tinggi.

Read More

THR 2026 Wajib Dibayar Penuh Sebelum Lebaran, Ini Isi Surat Edarannya

3 March 2026 - 12:25 WIB

Pekerja menerima Tunjangan Hari Raya (THR) menjelang Lebaran

Iran Hantam Kapal Induk AS Abraham Lincoln dengan 4 Rudal Balistik

2 March 2026 - 16:59 WIB

Media pemerintah Iran sampaikan konfirmasi kematian Ayatollah Ali Khamenei Baca artikel detiknews, "Iran Hantam Kapal Induk AS Abraham Lincoln dengan 4 Rudal Balistik" selengkapnya https://news.detik.com/internasional/d-8378961/iran-hantam-kapal-induk-as-abraham-lincoln-dengan-4-rudal-balistik. Download Apps Detikcom Sekarang https://apps.detik.com/detik/

Media Iran Konfirmasi Kematian Khamenei, Teheran Deklarasikan 40 Hari Masa Berkabung

1 March 2026 - 11:54 WIB

Media pemerintah Iran sampaikan konfirmasi kematian Ayatollah Ali Khamenei

Bukan hanya Israel, Rudal Iran Juga Menarget Pangkalan AS di Bahrain dan Qatar

28 February 2026 - 18:34 WIB

Rudal Iran diluncurkan ke arah pangkalan militer AS di Timur Tengah

Pertamina Pastikan Kualitas dan Distribusi Avtur di AFT Halim Aman Jelang Satgas RAFI 2026

28 February 2026 - 14:29 WIB

Petugas Pertamina melakukan pengecekan kualitas avtur di AFT Halim
Trending on Ekonomi