DUNIAHEADLINE – Sebuah pesawat jenis ATR 400 milik Indonesia Air Transport (IAT) dilaporkan hilang kontak di wilayah udara Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, pada Sabtu (17/1/2026). Insiden ini terjadi saat pesawat tersebut dalam penerbangan dari Yogyakarta menuju Makassar. Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Makassar telah mengerahkan 25 personel untuk operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) di lokasi yang diperkirakan menjadi titik hilang kontak.
Pesawat dengan nomor registrasi PK-THT itu mengangkut total 11 orang, terdiri dari delapan kru dan tiga penumpang. Kontak terakhir dengan menara kontrol lalu lintas udara (ATC) terputus sekitar pukul 12.23 WITA atau 04.23 UTC. Laporan resmi mengenai hilangnya kontak diterima Basarnas Makassar sekitar pukul 13.17 WITA.
Kronologi Hilang Kontak dan Respon Cepat Basarnas
Menurut informasi awal dari Basarnas Makassar, pesawat Indonesia Air Transport tersebut terbang dari Bandara Adisutjipto, Yogyakarta, menuju Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar. Pesawat dijadwalkan mendarat sekitar pukul 12.20 WIB atau 13.20 WITA. Namun, saat mendekati landasan pacu RWY21 Bandara Sultan Hasanuddin, pesawat terdeteksi melenceng dari jalur pendekatan yang seharusnya.
Petugas ATC telah berulang kali memberikan instruksi pengarahan ulang kepada pilot untuk mengembalikan pesawat ke jalur pendaratan yang benar. Namun, setelah instruksi terakhir disampaikan, komunikasi dengan pesawat terputus total. Atas kondisi tersebut, AirNav Indonesia langsung mendeklarasikan status DETRESFA (fase bahaya), menandakan hilangnya komunikasi dan potensi situasi darurat.
Kepala Seksi Operasi Basarnas Makassar, Andi Sultan, mengonfirmasi pihaknya menerima laporan dan segera merespons. “Saat ini kami telah menuju lokasi yang mana diberikan koordinat dari AirNav yang di sekitaran di Kabupaten Maros,” ujar Andi Sultan, Sabtu (17/1/2026).
Fokus Pencarian di Wilayah Maros-Pangkep
Berdasarkan data koordinat terakhir yang diberikan oleh AirNav Indonesia, pesawat diperkirakan berada di kawasan Leang-leang, Kabupaten Maros, dengan koordinat 04°57’08” Lintang Selatan dan 119°42’54” Bujur Timur. Beberapa sumber juga menyebutkan area pencarian meluas hingga perbatasan Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep).
Basarnas Makassar telah mengerahkan tiga tim rescue yang terdiri dari 25 personel. Tim-tim tersebut dilengkapi dengan berbagai peralatan pendukung untuk mempercepat proses pencarian, termasuk satu unit mobil truk personel, satu unit mobil rescue, dan satu unit drone untuk pemantauan dari udara.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Lukman S. Laisa, juga telah mengonfirmasi insiden ini. Sementara itu, Kapolres Maros AKBP Douglas Mahendrajaya menyatakan pihaknya masih terus memastikan informasi dan berkoordinasi dengan tim SAR gabungan.
Detail Pesawat dan Identitas Penumpang
Meskipun beberapa laporan awal menyebut “ATR 400”, beberapa sumber lain mengidentifikasi pesawat tersebut sebagai jenis ATR 42-500. Pesawat ATR 42-500 dikenal sebagai pesawat regional berkapasitas 48 kursi yang cocok untuk rute penerbangan jarak pendek dan landasan pacu terbatas. Indonesia Air Transport menggunakan pesawat ini untuk layanan charter dan penerbangan khusus, termasuk misi Marine Patrol Flight, yang merupakan misi pesawat yang hilang kontak ini.
Hingga berita ini diturunkan, identitas lengkap delapan kru dan tiga penumpang yang berada di dalam pesawat belum diungkap ke publik. Tim SAR gabungan terus berupaya keras untuk menemukan keberadaan pesawat dan seluruh individu di dalamnya di tengah kondisi geografis wilayah Maros yang mungkin menantang.











