Menu

Dark Mode
B-52 AS Kirim Sinyal Darurat Saat Terbang di Inggris Skuat Garuda Lengkap! Elkan Baggott hingga Eliano Reijnders Merapat ke Jakarta Jelang Lawan St. Kitts and Nevis Air Canada Tabrak Truk Damkar di LaGuardia, Pilot Tewas Veda Ega Pratama Start Posisi Keempat di Moto3 Brasil 2026 Marquez menangi sprint MotoGP Brasil, Diggia dan Martin podium China U23 Panggil Skuad Terkuat, Kehilangan Kiper Li Hao Jelang Lawan Vietnam

Internasional

Harga Minyak Mentah Turun Setelah AS Pertimbangkan Cabut Sanksi Iran

badge-check


					Harga minyak dunia turun setelah AS mempertimbangkan pelonggaran sanksi terhadap Iran. Perbesar

Harga minyak dunia turun setelah AS mempertimbangkan pelonggaran sanksi terhadap Iran.

Jakarta (Duniaheadline) – Harga minyak mentah global mengalami penurunan pada hari Jumat setelah adanya indikasi dari pemerintah Amerika Serikat mengenai potensi pencabutan sanksi terhadap minyak mentah Iran yang disimpan di kapal tanker. Kebijakan ini bertujuan untuk meredakan tekanan harga, terutama setelah penutupan yang dilakukan oleh Iran. Seperti diberitakan oleh Money.

Minyak mentah Brent, yang menjadi patokan internasional, mengalami penurunan sebesar 1,62 persen menjadi 106,89 dollar AS per barrel. Sementara itu, minyak mentah WTI turun 1,89 persen menjadi 94,32 dollar AS per barrel pada pukul 01.49 waktu setempat.

Menteri Keuangan Scott Bessent mengatakan, “Dalam beberapa hari mendatang, kami mungkin akan mencabut sanksi terhadap minyak Iran yang sedang dalam perjalanan, sekitar 140 juta barrel,” dikutip dari CNBC, Jumat (20/3/2026).

Proyeksi Harga dan Dampak Geopolitik

Bessent menambahkan, pengembalian minyak mentah Iran yang sebelumnya dikenai sanksi ke pasar global diharapkan dapat membantu menstabilkan harga dalam kurun waktu 10 hingga 14 hari ke depan.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan bahwa Israel mendukung upaya AS untuk membuka kembali Selat Hormuz. Netanyahu juga mengklaim bahwa Iran tidak lagi memiliki kemampuan untuk memperkaya uranium atau memproduksi rudal balistik, sehingga perang dapat berakhir lebih cepat dari perkiraan.

Sementara itu, Citi memperkirakan konflik Iran telah menyebabkan lonjakan harga minyak dan komoditas terkait. Akibatnya, Citi menaikkan prospek harga jangka pendek. Bank tersebut memperkirakan harga Brent dan WTI akan mencapai 120 dollar AS per barrel dalam satu hingga tiga bulan ke depan, dan bahkan hingga 150 dollar AS per barrel dalam skenario yang lebih buruk jika gangguan terus berlanjut.

Namun, skenario dasar Citi mengasumsikan penurunan ketegangan dalam empat hingga enam minggu, yang memungkinkan harga Brent turun kembali ke kisaran 70–80 dollar AS pada akhir tahun. Pada saat yang sama, selisih harga minyak mentah utama melebar tajam, dengan Citi menaikkan perkiraan Brent-WTI untuk mencerminkan biaya pengiriman yang tinggi dan permintaan yang kuat dari Pantai Teluk AS untuk minyak mentah dari pedalaman.

Para pejabat minyak Saudi memperkirakan harga minyak mentah dapat melonjak di atas 180 dollar AS per barrel jika gangguan akibat perang Iran berlanjut hingga akhir April.

Read More

B-52 AS Kirim Sinyal Darurat Saat Terbang di Inggris

25 March 2026 - 12:29 WIB

Rudal Sejjil Iran Diluncurkan ke Israel, Ancaman Baru Sulit Dihentikan

17 March 2026 - 11:52 WIB

Rudal Sejjil Iran diluncurkan menuju wilayah Israel dalam konflik Timur Tengah

Peta Baru Perang Timur Tengah 2026: Aliansi Strategis Rusia-China di Balik Ketangguhan Iran

14 March 2026 - 18:29 WIB

Peta geopolitik Timur Tengah 2026 menunjukkan aliansi Rusia dan China yang memperkuat posisi Iran

Satu Warga NTT Amankan Diri ke KBRI Qatar Imbas Konflik Israel-AS vs Iran

6 March 2026 - 12:57 WIB

Warga NTT mengamankan diri ke KBRI Doha Qatar akibat konflik Iran Israel AS

Jika Perang Dunia III Pecah, Ini Negara-Negara yang Dianggap Paling Aman

3 March 2026 - 17:56 WIB

Negara paling aman jika Perang Dunia III pecah
Trending on Internasional