Jakarta ( Duniaheadline ) – Kepergian pemilik Como 1907, Michael Bambang Hartono, menjadi duka untuk sepak bola Italia. Klub-klub Serie A memberikan penghormatan. Michael Bambang Hartono, pemegang saham mayoritas Como dan bos Djarum Group, meninggal dunia pada usia 84 tahun. Pria yang juga dikenal sebagai atlet bridge tersebut mengembuskan napas terakhir di Singapura pada Kamis (19/3/2026). Keluarga Hartono dikenal sebagai keluarga terkaya di Indonesia. Menurut Forbes kekayaan mereka mencapai sekitar 48 miliar euro dan masuk dalam jajaran 100 orang terkaya dunia.
Langkah Michael Bambang Hartono bersama Robert Budi Hartono ke dunia sepak bola Italia dimulai pada 2019, saat mereka mengakuisisi Como yang dilanda kebangkrutan.
Como pun memasuki era baru di bawah kepemilikan Hartono bersaudara. Lesatan Como saat ini tentu berada di luar ekspektasi awal para petinggi klub. “Kami membeli Como hanya untuk keperluan produksi dokumenter televisi, lalu kami melihat adanya potensi bisnis di sektor olahraga,” tutur Presiden Como, Mirwan Suwarso, baru-baru ini, dilansir dari Tuttomercatoweb. Michael
Hartono Bawa Como ke Babak Baru
Sisanya adalah sejarah. Como naik kasta ke Serie A pada 2024, setelah 21 tahun menanti.
Tim beralias Il Lariani melakukan investasi besar di bursa transfer dan kini bersaing di papan atas Liga Italia memperebutkan tiket Liga Champions bersama tim raksasa seperti Roma dan Juventus. “Como 1907 sangat berduka atas wafatnya Michael Bambang Hartono. Kami menyampaikan belasungkawa yang tulus kepada keluarga Hartono dan seluruh jajaran Djarum Group.” “Di bawah kepemimpinan keluarga tersebut, klub memasuki babak baru dalam sejarahnya, dan kami mengenangnya dengan penuh rasa terima kasih serta hormat,” demikian pernyataan resmi Como.
Berikut ucapan belasungkawa klub-klub Serie A atas wafatnya Michael Bambang Hartono. ATALANTA
Presiden Antonio Percassi, Co-Chairman Stephen Pagliuca, bersama seluruh Atalanta BC menyampaikan duka cita atas wafatnya Michael Bambang Hartono. Klub turut berbelasungkawa kepada keluarga Hartono dan Como 1907.











