JAKARTA, (DUNIAHEADLINE) – Morgan Stanley Capital International (MSCI) dan Financial Times Stock Exchange (FTSE) baru-baru ini menjadi sorotan utama setelah MSCI memperingatkan kemungkinan penurunan status pasar dan FTSE Russell menunda ulasan indeks Indonesia. Lantas apa itu MSCI dan FTSE?
Melansir situs resmi MSCI, Selasa (10/2/2026), MSCI adalah singkatan dari Morgan Stanley Capital International, yang kini menjadi nama sebuah perusahaan penyedia indeks saham global yang berpengaruh besar di dunia keuangan internasional.
Perannya adalah menyusun dan mengelola berbagai indeks yang merepresentasikan performa pasar saham di berbagai wilayah dan kategori aset dari pasar negara maju (developed markets) sampai pasar negara berkembang (emerging markets).
Keputusan MSCI dalam memasukkan atau mengeluarkan negara, pasar, atau saham tertentu dari indeksnya dapat mempengaruhi keputusan investasi dana besar di seluruh dunia karena banyak dana investasi, seperti ETF (Exchange Traded Funds) dan reksa dana indeks, secara otomatis mengikuti komposisi indeks tersebut dalam portofolio mereka
Salah satu indeks yang paling dikenal dari MSCI adalah MSCI Emerging Markets Index, yang dijadikan tolok ukur untuk mengukur kinerja pasar negara berkembang. Di sinilah Indonesia selama ini termasuk sebagai salah satu konstituen penting.
Namun, baru-baru ini MSCI sempat memberi peringatan mengenai kemungkinan perubahan status Indonesia dari pasar berkembang menjadi pasar frontier akibat kekhawatiran terkait transparansi data dan struktur kepemilikan saham yang kurang jelas, yang kemudian memicu gejolak pasar.
Apa Itu FTSE?
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3458092/original/058728000_1621299694-BEL_david-vincent-7XcGC0S_6MA-unsplash__1_.jpg)
Ilustrasi Bursa Efek London (Dok: Photo by David Vincent on Unsplash)
FTSE berasal dari Financial Times Stock Exchange, atau sering disebut “footsie” yang kini berada di bawah grup FTSE Russell, anak perusahaan dari London Stock Exchange Group yang berbasis di Inggris. FTSE Russell juga merupakan penyedia berbagai indeks saham global yang digunakan sebagai acuan oleh investor dan pengelola dana di seluruh dunia.
Meskipun FTSE mungkin lebih dikenal di Eropa, indeks-indeksnya memiliki jangkauan global dan sering digunakan untuk menilai kinerja pasar saham di berbagai negara maupun wilayah.
Indeks-indeks dari FTSE Russell mencakup berbagai seri, termasuk FTSE Global Equity Index Series yang melacak ribuan saham perusahaan dari berbagai negara, dengan bobot yang ditentukan berdasarkan pasar yang dapat diinvestasikan (free float). Keputusan FTSE Russell mengenai perubahan komposisi indeks juga memiliki dampak nyata terhadap investasi global, terutama pada produk-produk berbasis indeks.
Peran MSCI dan FTSE bagi Investor
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5487882/original/010180200_1769682060-5.jpg)
Kedua penyedia indeks ini berperan sebagai benchmark penting bagi investor dan manajer aset global. Benchmark merupakan acuan yang digunakan untuk mengukur kinerja suatu dana atau portofolio.
Misalnya, jika sebuah dana saham emerging markets menunjukkan performa lebih tinggi dari MSCI Emerging Markets Index, manajer investasi biasanya dianggap berhasil mengungguli pasar. Selain itu, dana pasif seperti ETF biasanya akan menyesuaikan komposisinya berdasarkan perubahan anggota indeks MSCI atau FTSE.
Terlebih lagi, selama era investasi pasif berkembang pesat, dana yang terhubung ke indeks-indeks ini kini mengelola triliunan dolar AS di seluruh dunia. Maka ketika MSCI atau FTSE membuat revisi besar terhadap indeksnya, dampaknya bisa terasa langsung melalui aliran masuk atau keluar modal ke pasar saham nasional.











